CST (Clarifier Settling Tank)

Settling tank adalah suatu tangki yang digunakan untuk pengendapan minyak.

Digester And Press

Station Digesting and Press (Pengadukan dan Pengempaan) adalah stasiun pertama dimulainya pengambilan minyak dari buah (fruit) dengan jalan melumat dan mengempa.

Stasion Thresher

Thresher berfungsi untuk memisahkan buah dari janjangannya dengan cara membanting tandan buah segar (TBS) ke dalam drum thresher.

Stasion Sterilizier

Strelizier merupakan salah satu alat pengolahan buah kelapa sawit yang memanfaatkan tekanan steam (uap panas) dari ex turbin untuk merebus tandan buah segar dalam suatu bejana bertekanan.

Stasion Loading Ramp

Loading Ramp merupakan rangkaian proses awal dari pengolahan kelapa sawit sebelum memasuki proses selanjutnya. Fungsi dari Loading Ramp adalah sebagai tempat penampungan semenatra Tandan Buah Segar sebelum dimasukkan ke dalam lori buah (Fruit Cages).

What Is Grading (Sortasion)

Grading adalah suatu kegiatan penyortiran tandan buah segar sebagai salah satu kendali mutu CPO yang akan dihasilkan baik dari segi kuantitas dan kualitas.

Its All About Palm Oil

Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) merupakan hasil perkebunan yang menjadi primadona dan penyumbang keuntungan yang lumayan besar bagi perkembangan perekonomian indonesia.

Sabtu, 24 November 2012

Alat Pemindah Bahan (Elevator dan Conveyor)


           Penggunaan alat pemindah bahan pada pabrik kelapa sawit merupakan bagian yang sangat berperan
penting pada keberlangsungan pengolahan TBS hingga menjadi minyak. Dimana penggunaannya di sesuaikan
baik dari segi penggunaan jenis, kapasitas, dan kecepatan daya hantar nya. Adapun beberapa penjelasan
penggunaan alat pemindah bahan pada beberapa stasiun pengolahan di PKS berdasarkan jenis dan
penggunaan nya :

Ada 2 jenis penggunaan alat pemindahan bahan pada PKS yaitu :
a. Elevator : merupakan alat pemindah bahan yang dilengkapi dengan bucket dan penggunaan nya untuk
                   memindahkan bahan yang letak pemindahan nya memerlukan arah vertical (atas ke bawah atau
                   sebalik nya).
b. Conveyor merupakan alat pemindahan yang terdiri dari beberapa macam jenis antara lain : scrapper, belt,
                    srew. Yang digunakan untuk memindahkan bahan dengan daerah lintasan horizontal, inklinasi,     
                    maupun kombinasi. 
c. Crane merupakan alat pemindah bahan mengangkat muatan secara vertikal, menahannya apabila  
              diperlukan,dan menurunkan muatan ke tempat yang telah ditentukan dengan mekanisme pendongak 
              (liffing),pemutar (slewing) dan pejalan (travelling)

Penggunaan Alat pemindah bahan pada beberapa stasiun pengolahan kelapa sawit :

Stasiun Thresher :

A. Fruit Elevator

         Berfungsi untuk transfer buah hasil pemipilan thresher ke fruit distributing conveyor hingga menuju ke digester. Biasa nya mempunyai kecepatan 18 m/menit, dan ketinggian elevator 12- 14 m ( Disesuiakan dengan kontruksi pabrik). 


Fruit Elevator
                        Komponen utama Fruit Elevator :

                          1. Chain

                          2. Bucket

                          3. Take up Bearing
                          4. Body / Casing
                          5. Elektro Motor
                          6. Sprocket & Roller Chain

B. Conveyor buah di bawah penebah (Under Fruit Conveyor
    Digunakan untuk menghantar buah dari pemipilan thresher menuju elevator fruit. Biasa nya menggunakan jenis screw conveyor.
Under Thresher Conveyor
C.  Empty bunch conveyor ( Conveyor Janjang Kosong)
         Berfungsi untuk memindahkan janjangan kosong dari lemparan stripper thresher yang ke penampungan
janjang sementara (empty bunch area). Empty Bunch conveyor terdiri dari: 
  1. Scrapper chain untuk membawa janjangan kosong dengan posisi horisontal dan vertikal., 
  2. Gear box, 
  3. Chain, sprocket, 
  4. Liner chain
  5. Gear Box 
  6. Motor listrik. 
Empty Bunch Conveyor ( Jenis Scrapper Conveyor)
Stasiun Press dan Digester :

1. Distributing Conveyor 
            Distribution fruit conveyor berfungsi untuk mendistribusikan brondolan (fruit) dari elevator fruit
    ke penampungan digester. Menggunakan jenis scew conveyor.
 Distribution fruit conveyor 
B. Recycle Fruit Conyeyor
     Berfungsi untuk mengembalikan buah kembali ke bottom disributing conveyor jika terjadi penumpukan
buah yang berlebihan di upper distributing conveyor digester.
Recycle Fruit Conveyor
Spesifikasi Umum Conveyor di Stasiun Thresher dan Press    
 1. —Kapasitas tergantung dari diameter daun dan kecepatan angular (rpm) dari conveyor itu sendiri
 2. Biasanya conveyor yang digunakan berukuran Ø 18 - 22 inch
 3. —Putaran 45 – 55 rpm menggunakan gear box dan electro motor 3 HP
 4. Poros conveyor terbuat dari pipa steam Ø 3 inch.    
 5. —Body conveyor dilengkapi dengan liner plate setebal 1/4 inch
 6. Terbuat dari hollow pipe dan solid shaft serta daun conveyor yang berbentuk ulir.

Stasiun Kernel Recovery 
1.  Wet Nut Elevator
      Untuk menstransfer nut dari polishing drum menuju ke nut silo (I) dan nut silo (II
2. Wet Nut Conveyor
     Untuk menstransfer nut setelah keluar dari wet nut elevator sekaligus mendistribusikan ke nut silo (I) dan 
  nut silo (II)
3. Dry Nut Conveyor 
    Memindahkan nut yang keluar dari nut silo menuju dasar dry nut elevator.
4. Dry Nut Elevator
    Menstransfer nut dari bottom menuju ke hopper ripple mill untuk diproses di ripple mill.
5. Cracked Mixture Conveyor
    Memindahkan/mengantar campuran kernel dan cangkang masuk ke air lock cracked
mixture (I) untuk dipisahkan di dalam cracked mixture separator.
6. Wet Kernel Elevator I
    Memindahkan kernel yang masih bercampur sedikit dari cracked mixture separator (I)

menuju cracked mixture separator (II)
7. Wet Kernel Conveyor
    Menampung dan memindahkan kernel 
    dari kernel mixture separator (II) untuk ditransfer 
    ke kernel silo (I) dan (II).
8. Wet Kernel Elevator
    Memindahkan kernel dan wet kernel conveyor 
    menuju wet kernel sterilizer conveyor.
9. Wet Kernel Sterilizer Conveyor
    Mendistribusikan kernel masuk ke kernel silo (I) 
   dan (II) serta mensterilkan kernel dari hama dan 
    kuman penyakit.
10.Dried Kernel Conveyor
     Memindahkan kernel dari kernel silo (I) 
    dan (II) menuju\air lock kernel sebelum masuk kernel winnowing.
11. Fibre dan Shell Conveyor
 Mengangkut dan memindahkan fibre serta cangkang menuju fuel distributing conveyor.
12. Fuel Distributing Conveyor
 Mengangkut dan mendistribusikan fibre dan cangkang ke boiler untuk bahan bakar boiler.


Minggu, 04 November 2012

THRESHING STATION

Thresher berfungsi untuk memisahkan buah dari janjangannya dengan cara membanting tandan buah segar (TBS) ke dalam drum thresher. Thresher ini berupa drum silinder panjang yang berputar secara horizontal dengan kecepatan putar 21 rpm. Drum dirancang dengan kisi–kisi yang berfungsi untuk meloloskan berondolan. Thresher ini berkapasitas 30 ton/jam.
Stasiun Threshing terdiri dari beberapa bagian alat atau mesin dan dalam proses pengoperasiannya sangat berkaitan satu sama lain. Maksud dan tujuan desain dari pada stasiun ini adalah sebagai berikut :
  • Untuk melepaskan buah (tandan buah segar yang sudah direbus) dengan tandannya dengan sistem bantingan.
  • Untuk menjaga kestabilan/pemerataan secara kontinu agar kapasitas pengolahan Tandan Buah Segar dapat tercapai sesuai desain pabrik dengan pengoperasian hoist cycle, rpm auto feeder maupun supervisi yang benar.
  • Menjaga oil loss maupun kernel loss seoptimal mungkin agar berada dibawah target/parameter yang sudah disepakati perusahaan.\
  • Jadi, kapasitas desain saja tidaklah cukup untuk mendapatkan tujuan di atas tanpa kesatuan sistem pengoperasian alat yang benar pada stasiun ini maupun dukungan dari stasiun-stasiun lainnya.

Hasil proses pada stasiun ini adalah memisahkan brondolan (cook fruitless) dari tandannya dengan cara beberapa kali bantingan pada drum thresher. Brondolan (cook fruitless) dibawa ke stasiun press dengan fruit elevator maupun conveyor untuk diekstraksi, kemudian tandan kosongnya (janjangan kosong/jjk) dibawa ke lokasi penimbunan sementara (empty bunch area) di luar Pabrik Kelapa Sawit dan dimanfaatkan menjadi pupuk. Stasiun Threshing merupakan satu desain dengan sistem yang sederhana, namun tak kalah pentingnya untuk menjembatani kelangsungan dan keberhasilan proses pengolahan tandan buah segar (TBS) pada Pabrik Kelapa Sawit.


           Hoist crane adalah pesawat angkat yang digunakan untuk memindahkan lori yang berisi cook fruit bunch ke hopper thresher. Kapasitas/berat angkat alat ini ± 5 ton untuk setiap hoist crane. Biasanya jumlah hoist crane yang tersedia untuk Pabrik Kelapa Sawit 30 ton/jam ada 2 unit (1 unit beroperasi) dan untuk Pabrik Kelapa Sawit 60 ton/jam dipasang 3 unit (2 unit beroperasi).

Hoisting Crane
              Yang dimaksud dengan hoist cycle time (HCT) adalah waktu siklus pemindahan tiap lori untuk mencapai kapasitas olah Tandan Buah Segar sesuai desain Pabrik Kelapa Sawit dari pergerakan alat ini. Adapun siklus pengoperasian/pergerakan alat ini dapat kita bedakan sebagai berikut :
  • Gerakan naik-lambat (slow lifting)
  • Gerakan naik-cepat (fast lifting)
  • Gerakan turun-lambat (slow down)
  • Gerakan turun-cepat (fast down)
  • Gerakan maju-lambat (slow traveling)
  • Gerakan maju-cepat (fast traveling)
  • Gerakan memutar (tilt up dan tilt down)

Perhitungan Hoist Cycle Time (HCT) yang didesain pada Pabrik Kelapa Sawit dapat dilakukan dengan persamaan sebagai berikut :
  • Kapasitas lori  (Vl ) = 2,75 ton
  • Jumlah beroperasi Hoist Crane (HC) = 2 unit
  • Jumlah isi sterilizer (Vs) = 10 unit lori
  • Kapasitas Tandan Buah Segar olah desain (QPKS) = 60 T/H
                                           Vl       x        60
           HCT          =    -------------------------    x    HC   (menit/unit)
                                                    QPKS

                                                2,75    x      60
                              =   --------------------------    x    2
                                                         60
                              =     5,5  menit/unit Lori

Kinerja optimal operasional alat ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
  • Stasiun sterilizer (penyuplai lori berisi cook fruit bunch)
  • Stasiun press (penerima cook fruitless)
  • Operator-operator hoist crane
  • Sinkronisasi alat/mesin pada stasiun threshing itu sendiri, seperti auto feeder dan lain-lain.


1.     Chain sprocket dan Rotary chain (tilt-up dan tilt-down)
2.     Hook frame (rangka bergerak tempat chain sprocket, shaft, pulley, dan lain-lain.)
3.     Wire rope ( f = 14 mm )
4.     Wire drum
5.     Traveling motor/gear box (untuk maju-mundur)
6.     Tilt up-tilt down motor/gear box
7.     I – Beam (landasan maju-mundur crane)
8.     Coil Spring cable (merk wampfler)
9.     Wire rope pulley dan lain-lain.

  • Pelumasan gear box, bearing dan elektro motor yang cukup.
  • Pelumasan wire rope, rope drum dan rope guide untuk mengurangi keausan akibat gesekan, bila ditemukan 3 sampai 6 kawat yang putus maka sebaiknya wire rope segera diganti.
  • Pemeriksaan tautan gigi-gigi transmisi cukup pelumasan dan bila ada yang aus cepat diganti.
  • Pemeriksaan chain sprocket dan chain-nya, bila sudah aus segera diganti untuk mencegah terjadinya slip saat beroperasi.
  • Pemeriksaan semua baut-mur, bila ada yang kendur segera dikencangkan.
  • Pastikan kondisi las-lasan pada sambungan I-beam baik, juga bila  keausan ketebalan I-beam sudah mencapai  ± 30% sebaiknya segera diganti.
  • Pemeriksaan kabel instalasi dan panel elektrikalnya terpasang dengan baik untuk menghindari terjadinya hubungan singkat.
  • Dan lain-lain.

                                 Hopper merupakan tempat penuangan cook fruit bunch yang dilakukan oleh operator hoist crane. Alat ini bukanlah sebagai tempat penimbunan cook fruit bunch melainkan untuk menjaga kontinuitas umpan secara baik ke unit auto feeder. Kapasitas daya tampung hopper sebaiknya tidak lebih dari 1 lori, hal ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
  • Luncuran cook fruit bunch ke auto feeder secara gravitasi lancar.
  • Mencegah kerusakan hopper maupun auto feeder akibat overload.
  • Tidak meningkatkan oil loss pada empty bunch stalk akibat overload.
  • Pengumpanan hanya dilakukan oleh auto feeder ke drum thresher.
  • Biasanya setiap hopper memiliki auto feeder untuk pengaturan umpan (cook fruit bunch) ke drum thresher, dimana alat ini diperlengkapi dengan shaft berjari-jari dan rpm-nya 0,5 – 1. Fungsi auto feeder pada hopper adalah sebagai berikut :
  • Menjaga jumlah pengumpanan cook fruit bunch tidak overload ke drum thresher melainkan secara konstan dan kontinu tanpa terjadinya recycle cook brondolan terus-menerus.
  • pengaturan jumlah umpan ke drum thresher dapat dilakukan sesuai rpm spikel yang kita setting.
  • mencegah kerusakan (cepatnya laju keausan)/kemacetan drum thresher akibat overload, seperti patahnya shaft, electrical trip dan lain-lain.

Hopper Tresher
  • Body dengan plate lantai luncuran dan kemiringannya  yang dapat diatur.
  • Kaki/support hopper bagian belakang yang dilengkapi dengan pengaturan kemiringan body (biasanya antara 30° sampai 45°).
  • Auto feeder alat pengatur jumlah pengumpanan ke drum stripper dengan 0,5 sampai 1 rpm.
  • Tangan-tangan berengsel  untuk pengatur umpan ke auto feeder.

  • Periksa kebocoran lantai dan las-lasan body tidak terjadi.
  • Periksa keausan sprocket/chain, pastikan tidak terjadi slip sehingga rpm-nya stabil.
  • Pelumasan pada gear box, chain maupun bearing elektro motor cukup.
  • Bersihkan jari-jari auto feeder  dan lantai hopper setiap akhir proses.
  • Pastikan jari-jari auto feeder tidak ada yang patah atau ganti bila sudah aus.
  • Periksa kabel instalasi dan panel elektrikalnya terpasang baik.

          Pada prinsipnya sistem tippler lebih sederhana bila ditinjau dari konstruksi bangunannya maupun operasi serta maintenance-nya lebih murah. Juga jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit dibanding sistem hoist crane. Tippler adalah sebagai pengganti hoist crane untuk membalikkan lori, hanya saja kapasitas lori yang digunakan pada sistem ini antara 5 ton sampai 10 ton Tandan Buah Segar. Guna pembalikan ini adalah untuk menuangkan lori agar cook fruit bunch diangkut dengan cook fruit bunch scraper menuju atas drum thresher. Kemudian diumpankan langsung drum stripper.

Rotary Drum Tippler

Rotary Drum and Auto Feeder Fruith

             Hambatan yang sering mengganggu waktu pengoperasiannya adalah pada saat pengoprasian tippler untuk melakukan pembalikkan lori. Dimana pada saat penuangan cook fruit scraper tidak dilakukan dengan perlahan maka tumpukkan akan terjadi, sehingga overload pada scraper dan mengakibatkan sering putusnya chain. (lihat lampiran 4).

          Thresher merupakan tujuan utama pada stasiun ini, yakni proses pembrondolan cook fruit bunch. secara bantingan,  dimana cook fruitless dibawa ke stasiun press dan janjangan kosongnya dibawa keluar Pabrik Kelapa Sawit (empty bunch area).



THRESHER  

  1. Body
            Bodynya terdiri dari plate dan dilengkapi dengan pintu-pintu berengsel. Pintu-pintu berengsel ini gunanya sebagai
  • Mengarahkan brondolan tersebut. jatuh tepat ke below conveyor dan dibawa  ke digester melalui beberapa conveyor maupun fruit elevator.
  • Memudahkan inspeksi maupun maintenance drum stripper dan below conveyor. 
  • Memudahkan kegiatan pembersihan body bagian dalam, hanger bushing maupun kisi-kisi drum steripper dari serat-serat tandan maupun benda asing yang mengganggu kelancaran operasional.
            Drum inilah alat utama untuk melakukan pemipilan/pelepasan brondolan dari janjangannya. Pemipilan berlangsung di dalam drum thresher oleh shaft drum yang berputar sehingga bantingan  terjadi dari plate stripper 6 sampai 7 kali dari ketinggian optimalnya. Target kegagalan pemipilan sesuai Standard Operation Procedure management  hanya maksimal 5%, bila diatasnya harus dilakukan suatu pemeriksaan terhadap stasiun  perebusan, peralatan Threshing maupun kualitas Tandan Buah Segar itu sendiri.
            Pada drum thresher dipasang pelat pelempar (stripper) yang berfungsi mengangkat cook fruit bunch untuk proses bantingan. Prinsip pemasangan stripper ini adalah sebagai berikut :

  1. Sudut/kemiringan plate pelempar ini biasanya 7° sampai 15°.
  2. Panjangnya ± 80 cm.
  3. Ketinggiannya ± diameter rata-rata cook fruit bunch.
  4. Jumlahnya mengikuti jumlah kolomnya, biasanya ada 3 kolom dan tiap kolom dipasang stripper dengan bentuk spiral mengarah keluar.
  5. Pengaruh jarak antar pelempar dengan proses pemipilan terhadapa brondolan TBS :
Drum Thresher

  • Jarak antar pelempar 180º, dimana waktu bunch dilempar langsung diangkut oleh pelempar lainnya sehingga janjangan tidak ada waktu bergulir pada drum.
  • Jarak antar pelempar 90º, dimana pada waktu bunch dilempar dan jatuh mempunyai waktu bergulir pada drum kemudian diangkut oleh pelempar lainnya.
  • Jarak antar pelempar 120º, dimana pada waktu bunch dilempar jatuh punya waktu sedikit bergulir lalu langsung diangkut  pelempar lainnya.
           Pemasangan jarak plate kisi-kisi yang ideal pada drum biasanya 40 mm sampai 50 mm. Jarak kisi-kisi drum dikontrol secara periodik untuk memantau adanya penyempitan, peregangan dan kerusakan (patah) sehingga janjangan tidak terikut ke stasiun press.  
       Untuk mendapatkan pemipilan yang maksimum pada drum thresher, maka putaran drum harus diperhitungkan biasanya 23 sampai 25 rpm. Bila rpm tidak seimbang dengan jumlah pengumpanan dari auto feeder misalnya rpm terlalu lambat atau terlalu cepat, maka hal ini mengakibatkan kerugian, seperti berikut:
  • rpm terlalu cepat berakibat kapasitas/throughput lebih tercapai tetapi loss brondolan (oil dan kernel) loss akan tinggi meskipun perlakuan disterilizer sudah baik, karena waktu pemipilan tidak optimal.
  • rpm terlalu lambat  berakibat waktu pemipilan terlalu panjang sehingga cenderung menyebabkan oil  loss tinggi pada empty bunch stalk, bahkan dapat menyebabkan kemacetan dan keausan pada peralatan lebih cepat.
          Kecepatan drum thresher dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
                                       40    x      (D  -  d)  / 2
          N         =          ---------------------------------
                                                               (D  -  d)

dimana :           N = rpm Threshing
                         D = diameter drum
                         d = diameter Tandan Buah Segar
Misal : D = 1,8 m dan d = 0,3 m, maka rpm drum yang ada direncanakan adalah :
                             40  X     ( 1,8  -  0,3 ) / 2
               N  = ---------------------------------
                                       ( 1,8  - 0,3 )

                    =      23,09 rpm  @  23 rpm.
Empty Bunch Station
Below thresher conveyor adalah berfungsi sebagai penampung dan sekaligus pembawa cook fruitlets hasil pemipilan dari drum thresher. Pada umumnya alat ini selalu tepat simetris di bawah drum dan bersatu dengan body thresher.
Pembersihan serat-serat ataupun sampah harus selalu terjaga agar penumpukan cook fruitlets pada hanger-hanger bushing tidak terjadi. Jarak kisi-kisi harus selalu dimonitor untuk mengurangi kerusakan pada alat ini. Bila terjadi peregangan kisi-kisi maka janjangan-janjangan kecil akan terikut jatuh ke conveyor bersama cook fruitlets sehingga kemacetan dan kerusakan pada conveyor dapat terjadi akibat overload.
  1. Pembersihan setiap hari body, sisi-sisi pintu dari kotoran minyak yang lengket dan sampah-sampah yang menumpuk pada hanger bushing below thresher conveyor.
  2. Pembersihan kisi-kisi yang terhambat oleh janjangan kecil atau dari benda asing lainya.
  3. Periksa kisi-kisi yang meregang, menyempit dan patah, jika ada segera diperbaiki.
  4. Periksa las-lasan yang retak pada body dan drum, seperti pada engsel pintu, kisi-kisi, stripper, jari-jari drum, shaft drum dan lain-lain, jika ada segera diperbaiki.
  5. Lakukan pelumasan pada gear box, bearing-bearing yang cukup.
  6. Periksa kabel instalasi dan panel elektrikalnya terpasang baik.

     Pemipilan yang dilakukan pada drum stripper kadang-kadang tidak sempurna, hal ini dapat disebabkan sebagai berikut :
  • Perebusan Tandan Buah Segar di sterilizer tidak baik secara merata
  • Kualitas Tandan Buah Segar masuk ke pabrik tidak sama baiknya atau
  • Kondisi pengumpanan maupun stripper yang tidak baik.
      Untuk mengatasai hal tersebut, maka ditambahkanlah suatu alat yang kita sebut dengan bunch crusher. Bunch crusher adalah alat pelengkap pembantu untuk menyempurnakan pemipilan cook fruit bunch setelah janjangan keluar dari drum stripper. Alat ini dilengkapi spur gear shaft/helical gear untuk menjepit janjangan sambil berputar sehingga cook fruit yang masih terperangkap/lengket pada janjangan dapat dirontokkan/diambil kembali. Jadi alat ini bekerja untuk  mengantisipasi kerugian oil loss maupun kernel loss pada janjangan.
Pengumpanan janjangan ke alat ini langsung dari inclined scraper, yakni dipasang untuk menerima dan membawa janjangan ke atas bunch crusher.
Empty Bunch Shredder Press
  1. Inclined empty bunch scraper.
  2. Spur gear/helical gear
  3. Gearbox, elektro motor, kabel instalasi maupun panel
  4. Chute janjangan menuju unit thresher.
Maintenance Bunch Crusher
  1. Pemeriksaan keausan spur gear/helical gear, bila sudah aus lakukan rebuilding atau penggantian.
  2. Pelumasan gear box, bearing, chain yang cukup.
  3. Pemeriksaan chain, liner chain dan sprocket, bila sudah aus segera diganti.
  4. Pemeriksaan semua baut-mur scraper, bila longgar segera dikencangkan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
  5. Periksa kekencangan chain, pastikan tidak terjadi slip pada sprocket ataupun chain terlalu kencang.
F. Re-Thresher
         Pada prinsipnya re-thresher sama fungsinya dengan thresher, hanya saja alat ini tidak mempunyai hopper tetapi umpannya langsung dari output bunch crusher. Bagian-bagian maupun cara maintenance-nya hampir sama dengan unit thresher yang dimaksud di atas.

         Empty bunch scraper yang terpasang pada station ini ada 2 unit dengan posisi horizontal dan posisi miring/inclined. Empty bunch scraper horizontal berfungsi untuk menampung jatuhnya janjangan kosong dari lemparan stripper keluar dari sisi drum dan langsung dibawanya ke  inclined empty bunch. Inclined empty bunch area akan meneruskan janjangan tersebut menuju tempat pengumpulan sementara (empty bunch area).

  1. Scraper chain untuk membawa janjangan kosong.
  2.  Gear box, elektro motor, chain, sprocket dan liner chain.
Maintenance Empty Bunch Scraper
  1. Pelumasan gear box, bearing, chain yang cukup.
  2. Pemeriksaan chain, liner chain dan sprocket, bila sudah aus segera diganti.
  3. Pemeriksaan semua baut-mur scraper, bila longgar segera dikencangkan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
  4. Periksa kekencangan chain, pastikan tidak terjadi slip pada sprocket ataupun chain terlalu kencang.

Secara umum parameter keberhasilan proses cook fruit bunch pada stasiun ini sesuai target management adalah sebagai berikut :

No.
Parameter
To FFB
( % )
To Sample
( % )
1.
Oil loss pada fruit empty bunch
0,05
0,60
2.
Oil loss pada fruit empty bunch
0,30
4,00
3.
Kernel loss pada fruit empty bunch
0,02
0,60
4.
USB (Un-Strip Bunch)
5,00
5,00

Keberhasilan proses cook fruit bunch pada stasiun ini sangat didukung oleh faktor-faktor sebagai berikut :
-          Kualitas Tandan Buah Segar masuk ke Pabrik Kelapa Sawit baik
-          Cara perebusan pada sterilizer baik
-          Pergerakan lori-lori teratur dan baik.