CST (Clarifier Settling Tank)

Settling tank adalah suatu tangki yang digunakan untuk pengendapan minyak.

Digester And Press

Station Digesting and Press (Pengadukan dan Pengempaan) adalah stasiun pertama dimulainya pengambilan minyak dari buah (fruit) dengan jalan melumat dan mengempa.

Stasion Thresher

Thresher berfungsi untuk memisahkan buah dari janjangannya dengan cara membanting tandan buah segar (TBS) ke dalam drum thresher.

Stasion Sterilizier

Strelizier merupakan salah satu alat pengolahan buah kelapa sawit yang memanfaatkan tekanan steam (uap panas) dari ex turbin untuk merebus tandan buah segar dalam suatu bejana bertekanan.

Stasion Loading Ramp

Loading Ramp merupakan rangkaian proses awal dari pengolahan kelapa sawit sebelum memasuki proses selanjutnya. Fungsi dari Loading Ramp adalah sebagai tempat penampungan semenatra Tandan Buah Segar sebelum dimasukkan ke dalam lori buah (Fruit Cages).

What Is Grading (Sortasion)

Grading adalah suatu kegiatan penyortiran tandan buah segar sebagai salah satu kendali mutu CPO yang akan dihasilkan baik dari segi kuantitas dan kualitas.

Its All About Palm Oil

Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) merupakan hasil perkebunan yang menjadi primadona dan penyumbang keuntungan yang lumayan besar bagi perkembangan perekonomian indonesia.

Kamis, 13 Desember 2012

Brush strainer (Pengolahan Sludge)

     Alat ini ditempatkan pada pipa aliran antara clarifier settling tank (CST) dengan sludge separator yang berfungsi untuk mengurangi jumlah pasir dan padatan kasar. Brush strainer berfungsi untuk menyaring kotoran fibre dan lumpur dan fibre yang masih terikut pada sludge dengan cara tekanan pompa dan penyaringan menggunakan strainer screen . Hal tersebut bertujuan agar mengurangi dan mencegah terjadinya penyumbatan pada nozzle sludge centrifuges dan memaksimalkan pengutipan minyak dari sludgeKomponen penunjang brush strainer :

Brush strainer 
Spesifikasi
       Alat ini terbuat dari logam atau porselein yang dapat memisahkan lumpur atau pasir secara gravitasi dengan bantuan pompa. Untuk mengaktifkan pemisahan ini, maka sering ditambahkan alat yang berfungsi untuk menstabilkan aliran dan tekanan pada ujung cone alat, sehingga pasir akan turun dan keluar melalui siphon.



Sand Cyclone (Pengolahan Sludge)

        Alat ini ditempatkan sebelum cairan diolah dalam sludge separator. Penggunaan alat ini berfungsi memisahkan pasir dengan sistem saring. Penyaring terdiri dari fibre yang jarang-jarang, sehingga pasir dan lumpur akan tersaring
        Alat ini dianggap kurang efektif untuk menyaring karena volume alat yang kecil, sehingga waktu tunggu (retention time) yang singkat. Hal ini kadang dianggap pemborosan, karena operator jarang membuang lumpur dan kalau dibuangpun lumpur mengandung minyak yang lebih tinggi dari yang keluar dari sludge separator. Hanya sebagian orang berfikir bahwa pembuangan lumpur tersebut adalah untuk mencegah keausan nozzel separator.

Brush Strainer

Komponen penunjang brush strainer :
a)      Pipa inlet, pipa outlet, pipa water delusion.
b)      Screen strainer
c)      Strainer brush
d)     Cone
e    e) Solid discharge.





Sludge Tank (Pengolahan Sludge)

        Sludge yang berasal dari clarifier settling tank (CST) dipompakan ke sludge tank dengan melalui desander untuk membuang pasir-pasir halus yang terdapat dalam sludge. Kebersihan cairan minyak dalam sludge tank dipengaruhi oleh pengoperasian desander, karena alat ini dapat berfungsi bila pembuangan pasir dilakukan secara kontinyu.


       Sludge Tank berfungsi Sebagai tempat penampungan sementara sludge untuk melanjutkan proses pengolahan selanjutnya.
Sludge Tank
Spesifikasi :
Konstruksi tangki berbentuk silinder vertikal dengan ujung bawah berbentuk kerucut (botom conical) yang dilengkapi dengan steam injector dan thermometer. Terbuat dari mild steel plate tebal 6 mm dengan kapasitas > 25 m3. Dilengkapi dengan pengaduk (stirrer) yang digerakkan oleh gear motor 1 KW dan putaran 10 rpm dengan kapasitas umum tangki ± 10 ton.

Cara Kerja
      Sludge dari underflow CST masuk ke dalam tangki, selanjutnya sludge tersebut akan dikirim ke sludge centrifuge. Sludge yang berada dalam sludge tank mendapat pemanasan dengan menggunakan pipa uap tertutup agar minyak tidak guncang, karena pemanasan yang tinggi akan dapat memisahkan minyak yang terikat dengan lumpur, oleh karena itu suhu dalam sludge tank dipertahankan 90 – 100 0C.
     Untuk mempercepat pemecahan gumpalan minyak dengan sludge dapat dilengkapi dengan alat stirrer dengan cacatan tidak boleh terjadi pembentukan emulsi kembali, oleh karena itu kecepatan putar alat stirrer maksimum 10 rpm. Lempeng pengaduk berada diatas pipa coil pemanas, sehingga tidak mengganggu lapisan sludge di bagian cone bawah.
    Pipa masuk sludge dari CST berada disamping tangki bagian tengah dengan maksud agar dalam tangki tidak terjadi guncangan yang berakibat pada pembentukan emulsi. Lumpur yang terdapat dibagian bawah tangki harus dibuang setiap selang waktu tertentu, dengan tujuan agar pasir tidak terikut kedalam sludge separator.

Senin, 10 Desember 2012

CST (Clarifier Settling Tank)

       Settling tank adalah suatu tangki yang digunakan untuk pengendapan minyak. Settling tank terdiri dari 2 (dua) bentuk, yaitu :
1)  Bentuk bak bersambung yang disebut continuous settling tank (CST)
2) Bentuk silinder yang disebut cylindrical settling tank (CyST). 

Kedua bentuk ini memiliki mekanisme pemisahan dan pengendapan yang berbeda. 

1) Continous Settling Tank

       Continuous settling tank Continuous settling tank (CST) adalah tipe bak bersambung yang dapat memisahkan lumpur sambil mengalir dari satu bak ke bak yang lain. Pemisahan dapat berlangsung dengan baik apabila kecepatan aliran lebih lambat dari kecepatan mengendap dari zat yang memiliki SG ≥ 1,0. Pemisahan sludge berjalan dengan baik, jika pada bak pertama cairan memisah menjadi 2 (dua) fase, yaitu fase ringan dan fase berat. 
         Fase berat mengalir dari bak yang satu ke bak yang lain melalui dasar tangki, sedangkan fase ringan mengalir dari bak satu ke bak yang lain melalui bagian atas. Semakin banyak bak yang tersambung, maka proses pemisahan minyak dengan sludge semakin sempurna, demikian juga dengan suhu minyak yang tinggi akan mempercepat proses pemisahan minyak. Suhu oil tank hendaknya berkisar antara 90 0C – 95 0C. 
        Pemanasan dilakukan dengan menggunakan steam pada pipa tertutup. Minyak yang terdapat pada atas dikutip dengan menggunakan talang pengutip (skimmer) dan kemudian dikumpulkan dan dialirkan ke oil tank. Retention time dari cairan dalam CST dari cairan dalam CST dipengaruhi oleh ukuran CST dan jumlah cairan yang ditampung dalam CST. Ada beberapa PKS yang menggunakan alat decanter two-phase untuk mengurangi jumlah sludge yang masuk kedalam settling tank.

2) Cylindrical settling tank

     Cylindrical settling tank (CyST) adalah tipe bak berbentuk silinder. Pemisahan sludge dalam tangki tergantung pada kecepatan inlet cairan dari COT atau Decanter.
Masuknya cairan minyak didalam settling tank ada yang masuk dari samping dan mengikuti aliran spiral dan ada yang masuk langsung ke bagian tengah yang dibatasi dengan tabung dan kemudian minyak yang memiliki SG < 1,0 akan memisah keatas dan dikutip melelui skimmer. Suhu dalam tangki dipertahankan 90 0C – 95 0C, sehingga viscositas minyak dapat dipertahankan.
     Untuk memperoleh pemisahan yang baik, maka dibuat volume tangki yang memiliki etention time antara 4 – 6 jam atau untuk PKS kapasitas 30 ton/jam TBS dibuat CyST berukuran 90 m3. Karena ukuran CyST yang cukup besar, maka pada akhir pengolahan tidak seluruhnya minyak tertampung dan jika minyak harus dikutip seluruhnya pada akhir pengolahan, maka perlu power khusus untuk membangkitkan alat klerifikasi, karena turbin tidak bekerja lagi (kekurangan bahan bakar). Untuk mempertahankan suhu pada CyST dilakukan pemanasan dengan uap (steam).
Continous Settling Tank
      Pada beberapa design terdapat pemanasan dengan menggunakan pipa uap tertutup dan pipa uap terbuka. Pemanasan dengan uap langsung akan menyebabkan terjadinya proses pembentukan emulsi yang dapat menurunkan efisiensi klarifikasi. Kualitas minyak yang dihasilkan semakin jelek apabila minyak semakin lama ditahan dalam clarifier settling tank.


      Kedua jenis CST tersebut memiliki fungsi yang sama hanya berbeda dari segi kontruksi nya saja, berfungsi  sebagai tempat pemisahan minyak, sludge serta benda lain (NOS) yang terikut ke dalam crude oil. Prinsip pemisahan tersebut berdasarkan perbedaan berat jenis dari masing-masing komponen crude oil. Konstruksi tangki berbentuk kerucut pada sisi bawah yang akan mempermudah drain terhadap material lain yang harus dilaksanakan secara continue.
   
   Proses pemisahan ini dapat berlangsung sempurna apabila temperatur minyak dapat dipertahankan 90 – 95 0C, karena pada suhu ini kekentalan (viscositas) minyak lebih rendah, sehingga fraksi-fraksi yang mempunyai SG ≥ 1,0 akan berada di bagian dasar tangki dan mengendap. Campuran minyak yang terdapat dalam CST terdiri dari 3 (tiga) lapisan, yaitu lapisan minyak, lapisan sludge dan lapisan lumpur. Kapasitas tangki bervariasi antara 60 ton – 90 ton, dan kapasitas ini sangat mempengaruhi proses pemisahan minyak dan sludge karena berhubungan langsung dengan “retention time” crude oil berada di tangki (semakin lama berada dalam tangki semakin sempurna pemisahannya).

Pada CST terdapat beberapa komponen pendukung yang berfungsi untuk mengoptimalisasi efektifitas kerja, yaitu :

1. Oil skimmer berfungsi untuk mengatur tinggi keluaran hasil pemisahan antara oil flow dan sludge underflow. Pengaturan ketinggiannya biasa nya di sesuaikan dengan ketinggian minyak di CST (max 60 cm dr ketinggian minyak). Pengaturan CST yang terlalu dalam dapat mengakibatkan banyak minyak terikut ke sludge under flow, sedangkan pengaturan yang terlalu dangkal akan memperlambat pengutipan minyak dan dapat mengakibatkan CST menjadi penuh (mengurangi kapasitas kerja pemisahaan minyak)

Oil Skimmer

Skimmer Sludge Under Flow
2. Stirrer Arm berfungsi untuk mengaduk kandungan minyak yang belum terpisah sempurna. Putaran maksimal 1-3 rpm. 

3. Buffer tank, alat ini terletak di atas CST berfungsi untuk menjaga bentuk aliran bergejolak keluaran dari minyak yang di pompakan dari COT. Hal ini bertujuan agar minyak yang turun ke CST menjadi tenang,  sehingga tidak mengganggu proses pemisahan minyak dan sludge di dalam CST.

4. Open steam dan close stem berfungsi untuk menjaga suhu tetap 90 C. Minyak dan sudge akan cepat terpisah pada suhu 90 C karena antara minyak dan sludge mempunyai berat jenis yg berbeda.




Sabtu, 08 Desember 2012

3.000 Ekor Sapi Diintegrasikan dengan Sawit

3.000 Ekor Sapi Diintegrasikan dengan Sawit | Rakyat Kalbar

Pakan Ternak dari Sisa Pengolahan Sawit | Rakyat Kalbar

Pakan Ternak dari Sisa Pengolahan Sawit | Rakyat Kalbar

COT / Crude Oil Tank (Equiment Clarification Stasion)


       Crude oil tank (COT) merupakan tangki pengendap crude oil yang berasal dari vibrating screen dan pemisah pasir atau non oil solid. Crude oil tank (COT) berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel yang tidak larut dan masih lolos dari vibrating screen. Karena tangki ini ukurannya relatif kecil, yaitu 10 m3 dengan retention time (waktu pengendapan) 30 – 45 menit untuk PKS kapasitas 30 ton/jam, maka dapat dikatakan bahwa retention time minyak relatif singkat, sehingga lebih berfungsi untuk mengendapkan pasir atau lumpur partikel besar, sedangkan untuk memisahkan partikel halus kurang berhasil.

 
    Fungsi utama COT adalah menampung minyak dari vibrating screen sebelum dipompakan ke CST. Alat ini ditempatkan tepat dibawah vibating screen, sehingga minyak dari vibrating screen langsung ditampung. Pemisahan minyak lebih sempurna apabila panas minyak dipertahankan 80 C – 90 C, oleh sebab itu dalam COT dipasang alat pipa coil pemanas (steamcoil). Pemanasan dilakukan dengan closed steam dan open steam. dan sebagai tempat penampungan sementara crude oil dari vibrating screen sebelum dipompakan ke claifie setling tank (CST).

COT selain menampung minyak dari oil gutter juga difungsikan untuk menerima minyak dari fat pit dan “reclaim tank”. Pengoperasian COT menerima cairan dari alat pengolah lain akan menyebabkan penurunan retention time cairan dalam alat tersebut dan dapat menyebabkan goncangan dan turbulensi akibat aliran cairan yang masuk pada saat proses pengendapan dan akan menyebabkan efektivitas pemisahan minyak dengan lumpur semakin berkurang. Oleh karena itu penggunaan COT seharusnya hanyalah untuk menampung minyak dari oil gutter.

Spesifikasi

  • Tangki berbentuk segi empat dengan lantai yang dibuat miring, dilengkapi dengan steam injector dan thermometer 30 0C – 120 0C
  • Tangki terbuat dari plat stainless steel 304 (EN 58B) dan penutup dengan tebal 3 mm
  • Tangki dilengkapi dengan lubang pembersihan ukuran 350 x 350 mm
  • Pemanasan dengan steam coil pipa stainless steel 38 mm dilengkapi dengan steam trap

Cara Kerja Alat :
       Tangki berbentuk segi empat dengan lantai yang dibuat miring, dilengkapi dengan steam injector dan thermometer. Yang perlu diperhatikan didalam pengoperasian unit ini adalah temperatur yang harus tetap terjaga (90 0C), sehingga minyak tidak mendidih (apabila hal tersebut terjadi, maka sel-sel minyak akan pecah dan akan semakin sulit proses pemisahan sel minyak dengan sludge), hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap proses pemisahan di CST.
Cara kerja unit ini menggunakan over flow system, yaitu crude oil setelah melalui vibrating screen masuk ke tangki, di dalam tangki terdapat sekat sehingga minyak akan overflow melewati sekat dan selanjutnya akan dipompakan ke CST.
    Untuk mempertahankan retention time dari cairan yang ada dalam COT, maka perlu dilakukan pembuangan lumpur dan air dari lapisan bawah tangki secara terjadwal dengan memompakan ke “solution tank” dan bila dibuang ke parit, maka terjadi kehilangan minyak karena minyak yang melekat dalam lumpur masih tinggi.