CST (Clarifier Settling Tank)

Settling tank adalah suatu tangki yang digunakan untuk pengendapan minyak.

Digester And Press

Station Digesting and Press (Pengadukan dan Pengempaan) adalah stasiun pertama dimulainya pengambilan minyak dari buah (fruit) dengan jalan melumat dan mengempa.

Stasion Thresher

Thresher berfungsi untuk memisahkan buah dari janjangannya dengan cara membanting tandan buah segar (TBS) ke dalam drum thresher.

Stasion Sterilizier

Strelizier merupakan salah satu alat pengolahan buah kelapa sawit yang memanfaatkan tekanan steam (uap panas) dari ex turbin untuk merebus tandan buah segar dalam suatu bejana bertekanan.

Stasion Loading Ramp

Loading Ramp merupakan rangkaian proses awal dari pengolahan kelapa sawit sebelum memasuki proses selanjutnya. Fungsi dari Loading Ramp adalah sebagai tempat penampungan semenatra Tandan Buah Segar sebelum dimasukkan ke dalam lori buah (Fruit Cages).

What Is Grading (Sortasion)

Grading adalah suatu kegiatan penyortiran tandan buah segar sebagai salah satu kendali mutu CPO yang akan dihasilkan baik dari segi kuantitas dan kualitas.

Its All About Palm Oil

Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) merupakan hasil perkebunan yang menjadi primadona dan penyumbang keuntungan yang lumayan besar bagi perkembangan perekonomian indonesia.

Senin, 14 Januari 2013

Indonesia seharusnya Jadi Lumbung Pangan Dunia . . . (Tanda Tanya Besar)


      Luas daratan mencapai 191,92 juta hektare, kondisi iklim dan tanah yang mendukung untuk pengembangan pertanian seharusnya menjadikan Indonesia pemain utama lumbung pangan dunia, bukan malah sebaliknya sebagai negara yang kekurangan sumber pangan.

"Ini suatu yang ironi buat Indonesia, karena sampai saat ini beberapa produk pangan seperti beras, singkong, kedelai masih harus impor dari negara lain," kata Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Malaysia, Sagir Alva kepada ANTARA di Kuala Lumpur, Selasa.


    Sejak lama, kata Sagir, Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun saat ini label tersebut harus dipertanyakan kembali dan sepertinya Pemerintah belum siap mengembangkan dunia pertanian Indonesia.

"Ini memperlihatkan bahwa kebijakan pemerintah dalam menangani permasalahan pangan masih belum jelas dan mengambang," ungkapnya.

    Arah tujuan pembangunan juga masih tidak kelihatan apakah Indonesia akan dibawa menjadi negara agraris, agraris yang berbasis industri, negara pariwisata atau negara industri. Memang saat ini, pemerintah telah menyediakan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Namun sangat disayangkan MP3EI ini belum mendukung pengembangan pertanian dan pangan. Padahal salah satu permasalahan besar yang akan dihadapi oleh Indonesia pada beberapa tahun mendatang adalah tentang pangan selain daripada energi. Dengan pertambahan jumlah penduduk maka masalah ketersediaan pangan akan menjadi sangat krusial sehingga hal ini harus sudah direncanakan sejak dari awal lagi.
    
    MP3EI masih belum mencakup perbaikan infrastruktur yang mendukung dunia pertanian, seperti jalan dari pusat-pusat sentra pertanian ke pasar sehingga banyak hasil pertanian yang rusak akibat tidak dapat diangkut.
Irigasi juga masih banyak yang rusak dan perlu perbaikan, krsediaan benih berkualitas yang terbatas, harga pupuk masih tinggi.
Selain infrastruktur, seharusnya pemerintah juga perlu mempunyai cetak biru (blue print) dan pemetaan pertanian. Ketiadaan tersebut sebenarnya tidak dapat disalahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat saja, tetapi juga ada pada pemerintah daerah berkaitan dengan adanya peraturan otonomi daerah.


"Sepertinya pemerintah pusat tidak dapat mengontrol sepenuhnya pengembangan pertanian di daerah," ungkap dia.


     Dalam pengembangan dunia pertanian dan upaya dalam mengatasi permasalahan pangan, pemerintah juga seharusnya mendorong agar dunia perbankan dapat memberikan kredit dan pinjaman lunak kepada para petani.


"Keberpihakan perbankan membuat para petani mempunyai modal dalam usaha mengembangkan pertanian dan ini juga dapat menggerakkan roda perekonomian rakyat di daerah secara lebih merata," tegasnya. 

(N004/Z002)

Sumber : Antaranews


Editor: Ruslan Burhani

Produksi CPO Indonesia Masih Kalahkan Malaysia

Produksi CPO Indonesia Masih Kalahkan Malaysia
Liputan 6 Siang, 14 Januari 2013 | 12:37:02

Harga CPO melemah pekan ini

Harga CPO Melemah Pekan Ini .
Just Share info  . .
Liputan 6 Siang, Posted: 14/01/2013 07:27

Pengusaha Minta Pajak CPO Turun, Pemerintah Masih Pikir-pikir

Jumat, 04 Januari 2013

Flow Chat Clarification Stasion

Berikut adalah gambaran garis besar pengolahan minyak kelapa sawit pada pabrik kelapa sawit. Semoga bisa membantu  : )

Flow Chat Clarification Stasion

Decanter (Equiment Sludge Treatment)

    Apa itu decanter ? Sesuai judul yang tertera di atas memberikan sedikit penjelasan apa itu fungsi dari decanter. Pengaplikasian decanter dapat digunakan menggantikan unit-unit pengolahan di stasiun klarifikasi seperti desander, sand cyclone, sludge centrifuge dan oil purifier. Pengolahan sludge dengan menggunakan decanter tentu nya memerlukan pertimbangan tersendiri bagi beberapa perusahaan pabrik kelapa sawit. Mengapa karena dari segi harga dan biaya perawatan alat ini sangatlah mahal. Tetapi cocok untuk investasi jangka panjang. Selain itu juga penggunaan decanter sangat lah luas, seperti beberapa ulasan yang telah saya buat sebelum nya . Decanter dapat di gunakan untuk pengolahan minyak juga dan di luar negeri decanter diaplikasi kan sebagai alat pengolahan limbah.
    Secara garis besar fungsi decanter adalah Kegunaan decanter adalah untuk memisahkan serat-serat halus (non-oil solid) yang terkandung dalam minyak kasar (crude oil) dari crude oil tank (COT). Serat halus ini berasal dari serat atau ampas yang terputus-putus pada waktu pengepresan. Dengan berkurangnya serat halus ini, cairan minyak tidak akan terlalu kental, sehingga proses pemisahan didalam CST akan lebih sempurna. Jadi tujuan utama pengoperasian decanter adalah untuk memisahkan sludge menjadi light phase, heavy phase dan solid.
  Dalam pengaplikasian pada pengutipan minyak ada beberapa faktor keberhasilan dalam pengoperasian decanter ini:
a. Komposisi umpan yang akan diolah, karena rasio antara minyak, air dan lumpur mempengaruhi
    terhadap daya pisah alat tersebut.
b. Fungsi alat decanter tersebut.
c. Perimbangan kapasitas alat dengan jumlah sludge yang diolah.
Decanter 3-Phase (PANX Alvalafal)
  Pada pengaplikasian nya di pabrik kelapa sawit ada dua jenis decanter yang umumnya digunakan berdasarkan atas keluarannya :

a. Two-phase Decanter
    Alat ini bekerja dengan menghasilkan dua jenis phase yaitu memisahkan minyak dari fraksi air dan fraksi sludge. Penempatan alat ini biasanya dapat diletakan sebelum CST, dimana digunakan untuk memisahkan minyak dan sludge serta mengurangi beban padatan pada sludge. Hal itu bertujuan untuk memperingan kinerja sludge centrifuges dalam pengutipan minyak di sludge.
    Dapat juga digunakan untuk mengantikan fungsi dari oil purifier untuk mengurangi kandungan kotoran dan air yang masih banyak terikut pada minyak, sehingga kualitas minyak standar dapat terpenuhi.

b. Three-phase Decanter
   Alat ini bekerja dengan prinsip yang sama dengan two-phase decanter, tapi ada perbedaan dari fase fraksinya. Pada alat ini dihasilkan 3 (tiga) fraksi, yaitu : fraksi minyak, fraksi air (cair), dan fraksi padat (sludge).Keuntungan penggunaan decanter adalah air pengencer (dilution water) dapat dikurangi menjadi 60%. Volume cairan (sludge) akan lebih kecil, kandungan serat halus atau non-oil slidge berkurang, sehingga beban sludge separator akan berkurang. Penambahan air pengencer (dilution water) harus memenuhi kekentalan cairan (viskositas) yang dibutuhkan pada proses pemurnian di stasiun Clarification. Cairan yang terlalu encer akan menyulitkan pemisahan di decanter, namun jika terlalu kental akan menyulitkan pemisahan di clariier settling tank (CST). 


Sludge Centrifuges (Equiment Sludge Treatment)

      Sludge sentrifuges merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengutip minyak yang terkandung dalam sludge. Alat ini bekerja dengan  memanfaatkan gaya sentrifugal dari pemutaran bowl yang telah terisi padat dengan sludge. Dimana sludge yang memiliki berat jenis (BJ) > 1,0 (heavy phase) akan terlempar keluar melalui nozzle dengan ukuran tertentu (1,8 sampai dengan 2,0 mm) sedangkan minyak yang memiliki berat jenis lebih ringan (light phase) akan terkumpul di tengah bowl melalui duscharge pipe untuk dikirim kembali ke Sand Trap Tank/Collection Tank.

   Keberhasilan penggunaan sludge separator sangat menentukan terhadap persentase kehilangan minyak. Kemampuan alat memisahkan volatile material (VM) dan non oil solid (NOS) tergantung dari :

  1. Kapasitas olah unit sludge separator
  2. Suhu minyak dalam sludge separator dipertahankan diatas 90 0C, yang dapat dibantu dengan pemberian uap panas
  3. Ukuran nozzle (semakin besar ukuran maka semakin besar juga kapasitas olah, tetapi semakin besar juga minyak yang ikut terbuang pada sludge/ rekomendasi 1,7 -1,9 mm).
  4. Jenis sludge separator
  5. Putaran dari bolw (Standar 1450-1500).
  6. Kesetimbangan pemisahan lumpur dari cairan yang masuk kedalam sludge separator perlu dipertahankan dengan : Mempertahankan tekanan pada outlet sludge separator dengan membuat bak yang berisi air, sehingga tekanan lawan konstan. Ada juga alat sludge separator yang dilengkapi dengan vasculator yang berfungsi untuk mengukur volume outlet sekaligus menjadi stabilisator tekanan. Mengisi air panas kedalam sludge separator untuk mempertahankan tekanan dalam sludge separator, sehingga kecepatan air dan pemisahan lumpur dengan air konstan.
Komponen penunjang sludge centrifuges :
1. Motor listrik (ELMO) add coupling
2. Pipa sludge inlet, 
3. Pipa oil discharge,
4. Pipa sludge discharge, 
5.Pipa hot water, pipa water colling
6. Rotor shaft
7. Top cover
Top cover
8. Star blow
Star blow 12 nozzle
9. Nozzle
    Nozzle
10. Bearing
Bearing
     Biasanya standart keberhasilan pengolahan minyak pada sludge sentrifuges jika hasil analisa oil losses in sludge adalah 1 % .