CST (Clarifier Settling Tank)

Settling tank adalah suatu tangki yang digunakan untuk pengendapan minyak.

Digester And Press

Station Digesting and Press (Pengadukan dan Pengempaan) adalah stasiun pertama dimulainya pengambilan minyak dari buah (fruit) dengan jalan melumat dan mengempa.

Stasion Thresher

Thresher berfungsi untuk memisahkan buah dari janjangannya dengan cara membanting tandan buah segar (TBS) ke dalam drum thresher.

Stasion Sterilizier

Strelizier merupakan salah satu alat pengolahan buah kelapa sawit yang memanfaatkan tekanan steam (uap panas) dari ex turbin untuk merebus tandan buah segar dalam suatu bejana bertekanan.

Stasion Loading Ramp

Loading Ramp merupakan rangkaian proses awal dari pengolahan kelapa sawit sebelum memasuki proses selanjutnya. Fungsi dari Loading Ramp adalah sebagai tempat penampungan semenatra Tandan Buah Segar sebelum dimasukkan ke dalam lori buah (Fruit Cages).

What Is Grading (Sortasion)

Grading adalah suatu kegiatan penyortiran tandan buah segar sebagai salah satu kendali mutu CPO yang akan dihasilkan baik dari segi kuantitas dan kualitas.

Its All About Palm Oil

Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) merupakan hasil perkebunan yang menjadi primadona dan penyumbang keuntungan yang lumayan besar bagi perkembangan perekonomian indonesia.

Rabu, 10 Oktober 2012

STATION LOADING RAMP

         Loading Ramp merupakan rangkaian proses awal dari pengolahan kelapa sawit sebelum memasuki proses selanjutnya. Fungsi dari Loading Ramp adalah sebagai tempat penampungan semenatra Tandan Buah Segar sebelum dimasukkan ke dalam lori buah (Fruit Cages). Umumnya Loading Ramp terdiri dari dua sisi dengan 12 pintu dengan masing-masing berkapasitas 15 ton kemampuan penampungan ± 360 ton Tandan Buah Segar. Areal lantai Loading Ramp berukuran semua seluas 40 m x 22 m dua sisi dapat menampung 400 ton Tandan Buah Segar masing-masing sisi sehinggah total daya tampung tersedia ± 1200 ton Tandan Buah Segar atau sama dengan 20 jam produksi.
Loading Ramp

A. PERALATAN DAN MESIN-MESIN
  1. Hydraulic Control System/Gear Box Sistem.
  2. Pintu Loading Ramp.
  3. Handle pengontrol buka-tutup pintu.
  4. Hydraulic Ramp.
  5. Pipa-pipa dan selang Hydraulic.
  6. Lori rebusan.
  7. Wire Rope.
  8. Transfer Carriage.



B. KONSTRUKSI
            Loading Ramp dirancang sesuai fungsinya dengan sisi kemiringan bidang luncur ideal 25-30 derajat dan dipasang Plant Farm atau besi T yang berjarak 10 mm guna menjaring sampah/pasir yang terikut saat mengangkut Tandan Buah Segar.

C. DAMPAK PENIMBUNAN TANDAN BUAH SEGAR
         Dampak dari penimbunan Tandan Buah Segar yang melebihi kapasitas penampungan dan terlalu lamanya penampungan di Loading Ramp, Tandan Buah Segar akan rusak sehingga saat Tandan Buah Segar dilarang masuk ke bidag luncur dengan menggunakan alat berat seperti Whell Loader banyak brondolan yang tergilas roda dan akan menjadi memar yang berakibat mempercepat laju kenaikan asam lemak bebas.
Menurut  teori kenaikan FFA dari pokok sawit sampai ke lori setelah tahapan kenaikan FFA sudah mencapai ± 1.85% sedang standard FFA = 3.5%

D. PENGATURAN KAPASITAS LORI DAN OPERASIONALNYA
            Dalam pengaturan untuk pengisian lori perlu diperhatikan antara lain :
Pengisian dan pengaturan Tandan Buah Segar harus rata dan tidak melebihi kapasitas lori (3.75 ton) karena dampaknya terlalu penuh melebihi kapasitas lori mengakibatkan rusaknya Plate pengatur Steam (Sprayder Steam) pada sterilizer. 

Apabila pengisian lori kurang dari kapasitasnya berdampak ke kapasitas rebusan yakni :

            S x N x C x 60 menit
          = ---------------------------
                        T
  1. Pengisian Tandan Buah Segar dari truk ke Loading Ramp diusahakan dari pintu No.1 dan seterusnya.
  2. Pengisian Tandan Buah Segar ke lori dari pintu 1 seterusnya dan berlaku sistem FIFO (First In First Out).
  3. Brondolan yang berserak di lantai harus dimasukkan kembali ke lori sebaiknya dibagikan ke dalam 3 atau 4 lori (jangan pada satu lori saja).
  4. Lori yang telah diisi segera dipindahkan dari Loading Ramp dan ditempatkan pada Rail belakang rebusan.
  5. Operator Loading Ramp harus memastikan bahwa tersedia rangkaian lori stand – by di belakang rebusan. Hal ini akan mempengaruhi konstannya kapasitas pabrik.
  6. Pabrik kapasitas 60 ton/jam membutuhkan 70 unit dimana setiap sterilizer dapat menampung 7 unit Cages sehingga semua 10 set x 7 cages.
  7. Pada akhir proses hal-hal yang harus dilakukan adalah :
         Semua Tandan Buah Segar sisa harus dimasukkan ke dalam lori.
         Semua brondolan harus dikutip dan dikumpul.
          Semua panel dan elektro motor harus dimatikan.

F. PERAWATAN (MAINTENANCE)
Untuk menjaga supaya peralatan di Loading ramp dapat berfungsi dengan baik maka perlu perhatian pemeliharaan alat secara continue antara lain :
  • Perawatan Hydraulic

Pastikan bahwa oil pada hydraulic Pump harus tetap dalam keadaan ¾ dalam Tank Pump.
Pada saat pengisian oil pastikan Filter dan alat sekitarnya dalam keadaan bersih.
Periksa semua selang hydraulic dari kebocoran oil.
Periksa kabel motor.
Setiap 6 bulan operasi buka mesin strumer dan bersihkan.
Check seal dari kebakaran oil.
  • Perawatan Plat Form Loading Ramp

Periksa apakah ada las-lasannya yang lepas.
Periksa apakah ada pintu-pintu yang renggang.
Lakukan pembersihan pada semua komponen di Stasiun. Loading Ramp.



MESIN DAN PERALATAN PENUNJANG STASIUN LOADING RAMP
A. LORI (CAGES)
        Lori (Cages) terbuat dari Plate yang berukuran 4 – 6 meter, lori digunakan sebagai tempat tandan buah segar yang akan diolah (direbus dalam sterilizer). Lori mempunyai 4 buah roda yang terbuat dari besi padu yang dilengkapi dengan Bushing yang terbuat dari tembaga untuk menghindari agar shaft (as) lori tidak cepat aus (rusak) akibat gesekan. Kapasitas lori berbeda-beda yakni 2.5 ton, 3.75 ton per lori sampai 10 ton mengikuti kapasitas olah pabrik.

     Spesifikasi :
   .           Kapasitas       :  7484 ton,
Tipe roda       : Bearing,
Jumlah roda   : 4 roda


 LORI (CAGES)
 MELANCARKAN LORI
          Untuk menjaga agar lori dalam keadaan kondisi yang baik, maka perlu dilakukan perawatan dini secara continue antara lain :
Setiap hari harus dikontrol baut pengikat Bushing (bantalan) pada roda lori.
Melakukan Greasing (pemberian oil greasing pada Shaft (As) pada roda lori).
Setiap seminggu sekali lakukan pembersihan body lori unruk menghindari korosi (karatan) yang disebabkan asam yang ditimbulkan Kondensate saat perebusan.

B. CYLINDER HYDRAULIC
        Cylinder bekerja atas dasar tekanan oil yang diaturkan oleh pompa Hydraulic, sistem dirancang sedemikian rupa agar mudah dioperasikan.

            
Cyhlinder Hydraulic
C. Capstand & bollard
            Berfungsi untuk menarik dan mendorong lori kosong dari tippler ke loading ramp serta menarik dan mengeluarkan lori berisi TBS dari transfer carriage dan diteruskan menuju stasiun sterilizier. Capstand dilengkapi dengan tali manila maupun wire rope yang di pasangankan dengan bollard.

Spesifikasi :
       Type                         : Hydrolic winch
       Kap                           : 6-7 lori
       Tali                           : Manila dan wire rope
        Elektrik motor         : TECO 30 Hp/22 Kw/1460 Rpm/380-660 V

Bollard

Cap Stand

   D. Transfer carriage 
         Berfungsi untuk memindahkan lori yang berisi TBS dari lintasan loading ramp menuju lintas rel sterilizier yang ingin di tujukan


 Transfer carriage 















Grading ( Sortasi Tandan Buah Segar)



Grading adalah suatu kegiatan penyortiran tandan buah segar sebagai salah satu kendali mutu CPO yang akan  dihasilkan baik dari segi kuantitas dan kualitas. Grading menjadi salah satu bagian dalam alur pengolahan TBS menjadi CPO dimana kegiatan grading memilki beberapa fungsi antara lain :
a.       Untuk mengetahui kualitas dari TBS yang masuk ke pabrik dan sebagai laporan balik ke estate (kebun) akan  kualitas dari TBS yang di kirim.
b.      Sebagai salah  satu parameter yang akan mempengaruhi rendemen/OER (oil extrasion rendemen) di pabrik, dan  kualitas minyak yang akan dihasilkan.
c.       Acuan pembayaran TBS ke pihak 3\
Kegiatan grading dilakukan pada stasiun loading ramp dengan penyortiran tandan buah segar sesuai dengan  kriteria dan standar grading yang telah ditentukan. Adapun standart grading buah yang dilakukan antara lain : buah mentah (unripe), buah mengkal (under ripe), buah matang (ripe), buah terlalu  matang (over ripe), tangkai panjang (long stalk), buah-buah abnormal (buah kartasi, buah kurang polinasi, buah sakit), janjang kosong (empty bunch), sampah (dirt) dan brondolan.

Kriteria Sortasi dan standarisasi grading buah :
  1. Buah mentah (unripe) merupakan tandan buah segar kriteria tidak ada fraksi yang membrondol dan biasa nya buah akan berwarna hitam. Persentase standart grading buah mentah (Unripe) 
  2. Buah mengkal (under ripe) adalah Tandan buah dengan kriteria hanya membrondol 25 % dari total tandan buah segar dengan fraksi brondolan < 10 brondolan. Persentase standart grading buah Mengkal (Under Ripe):  <  5 %. 
  3. Buah matang (ripe) adalah Tandan buah dengan kriteria sudah membrondol 2 buah/kg TBS atau > 10 brondolan/ 50 % sudah membrondolan. Standart persentase grading buah matang (Ripe) : 90  %
  4. Buah terlalu  matang (over ripe) adalah tandan buah dengan kriteria buah sudah membrondol lebih dari 75 %, Hal ini dapat terjadi karena adanya keterlambatan pengiriman TBS dari kebun ke PKS (buah restan). Standart persentase grading buah terlalu matang ( Over ripe) 
  5. Tangkai panjang (long stalk) , kriteria nya tangkai janjangkan harus habis dipotong hingga dekat dengan pangkal buah, dan tangkai yang lulus grading dapat dibuat hutuf  V. Standart persentase grading buah tangkai panjang ( long stalk)    : 0 %.
  6. Buah-buah abnormal  berupa buah kartasi adalah Buah yang berat nya dibawah 2,5 kg/janjang sehinnga tidak produksi karena tingkat persentase minyak yang rendah. Hal ini dapat terjadi karena buah pasir dari TBM yang baru berbuah  lolos dari grading di TPH sehingga terbawa saat angkut. Standart persentase grading buah kartasi maksimal < 2 %
  7. Buah kurang polinasi terjadi karena adanya pemberian pupuk yang tidak merata, iklim yang berubah-ubah, dan factor penyerbukan bunga yang tidak merata pada setiap bunga betina, dengan ciri-ciri  pembentukan brondolan yang tidak merata pada tandan tersebut, hanya sebagian dari tandan saja yang akan menghasilkan buah. Sehingga akan menurunkan tingkat persentase minyak yang akan dihasilkan. Standart persentase grading buah Polinasi maksimal < 2 %.
  8. Buah sakit, dapat terjadi karena adanya jamur marasmius yang hidup pada kulit buah kelapa sawit, yang jika pada tingkat berat akan masuk kedalam daging buah sehingga buah membusuk dan gugur serta jika di panen memiliki kadar asam lemak yang tinggi. Ciri-cirinya brondolan akan ditumbuhi oleh benang-benag jamur. Serta ada juga buah yang ukuran pada setiap tandan nya berbeda 50 % berukuran kecil dan  50% berukuran  besar yang di sebut dengan buah paternokarpi. Serta ada juga buah sudah berwarna matang tetapi tidak dapat membrondol. Standart persentase grading buah sakit maksimal < 1 %. 
  9. Janjang Kosong (Empty Bunch) : 0 %, 
  10. Sampah (Dirt) : 0 %, 
  11. Brondolan : 12 %.  



Kamis, 04 Oktober 2012

Teknik Dan Budidaya Pertanian: Sekilas Tentang Kelapa Sawit

Teknik Dan Budidaya Pertanian: Sekilas Tentang Kelapa Sawit: Kelapa Sawit   ( Elaeis guineensis) merupakan hasil perkebunan yang menjadi primadona dan penyumbang keuntungan yang lumayan besar bagi pe...

STASIUN PENERIMAAN (STASION RECEPTION)


Tujuan utama pabrik kelapa sawit adalah untuk mengekstraksi minyak dan kernel dari buah kelapa sawit sebagai bahan baku setengah jadi sesuai dengan standart kualitas yang telah ditentukan. Adapun standart kualitas dari minyak dan kernel kelapa sawit secara umum :

Standart kualitas CPO (Crude Palm Oil)
·         FFA (Free Fatty Acid)            < 3,5 %           
·         Moisture                                  < 0,2 %
·         Dirt                                          < 0,02 %
Standart kualitas kernel
·         Moisture                                  < 7,5 %
·         Dirt                                          < 8 %
·         Broken Kernel                         < 15 %




1.1.       PENDAHULUAN
Dahulu sebelum Pabrik Kelapa Sawit banyak berkembang serta kemajuan teknologi maka sistem transportasi pengangkutan tandan buah segar (TBS) menggunakan rel (rail track) dari Perkebunan menuju Pabrik Kelapa Sawit. Tetapi setelah sistem dan kemajuan Teknologi maka untuk transportasi Tandan Buah Segar dari kebun menuju pabrik sudah menggunakan truk ataupun traktor guna mempercepat transportasi.

1.2.       PENERIMAAN TBS
Petugas keamanan dalam hal ini Satpam Pabrik, berkewajiban memeriksa dan meneliti segala Dokumen/surat pengantar yang dibawa oleh pihak pengangkutan tandan buah segar (TBS), begitu juga dengan crude palm oil (CPO) dan Kernel ataupun pengangkutan lainnya dan untuk selanjutnya apabila dalam pemeriksaan dokumen ataupun surat pengantar tersebut telah sah atau diakui keabsahannya serta telah dicatat pada buku Register Satpam, maka kendaraan angkut tandan buah segar (TBS) / crude palm oil (CPO) / Kernel ataupun lainnya dapat diizinkan masuk ke lokasi jembatan timbang guna melaksanakan proses penimbangan.
Dan sebaliknya apabila dokumen atau surat pengantar kendaraan tersebut meragukan ataupun tidak dapat dipertanggungjawabkan, maka pihak keamanan berhak atau berkewajiban menahan atau mengeluarkan kendaraan tersebut untuk tidak masuk ke lokasi penimbangan.


1.3.       WEIGHBRIDGE (Jembatan Timbang)
a.            Fungsi Jembatan Timbang
Secara umum Jembatan timbang di pabrik kelapa sawit memiliki fungsi sebagai berikut :
·           Menimbang  bahan baku proses yaitu TBS (tandan buah segar) yang diterima dari kebun atau pemasok lainnya untuk diproses di pabrik.
·           Menimbang produksi minyak sawit (CPO) dan palm kernel (PK) yang akan dikirim kepada pihak pembeli.
·           Menimbang hasil sampingan yang dihasilkan seperti solid, empty bunch atau kompos yang akan dikirim ke estate (kebun).
·           Menimbang material lainnya yang dianggap perlu untuk kepentingan pabrik dan perusahaan.

b.            Spesifikasi Teknis Jembatan Timbang
Spesifikasi teknis jembatan timbang umumnya adalah sebagai berikut :
·           Tipe : Pitless dilengkapi dengan pondasi sesuai ukuran jembatan timbang.
·           Sistem : Electronic Full Load Cell ( umumnya 4 Load Cell )
·           Kapasitas : 40.000 kgs (yang umum dipakai).
·           Ukuran : platform : p * l * t = 12m x 3m x 12mm, lengkap dengan main beam, cross beam, dan support beam.
·           Indikator : tampilan digital electronic dengan kemampuan membaca 0 sampai dengan 40.000 kgs
·           Kemampuan  mencatat (Recording) : Untuk mencatat dan mencetak data–data seperti : berat bruto; tarra netto; nomor registrasi kenderaan; nomor polisi kenderaan; waktu; tanggal; bulan; tahun; jenis produksi; kendaraan; supllier, serta  dapat menyimpan dan mengamankan data bulanan.
·           Uninterrupted Power Supply : Perlu dilengkapi dengan UPS sebagai back-up untuk supply daya minimum 2 jam apabila ada gangguan listrik.
·           Komputer Sistem : Jembatan timbang ini juga dapat dilengkapi dengan computer system,   CPU , Monitor, Keyboard, Mouse dan Printer, Local Area Network. Sofware Program yang mampu mencetak tiket jembatan timbang untuk ; Berat, Waktu, Tanggal, Bulan, Yahun, Jenis produksi, Kendaraan, Supplier, serta dapat menyimpan dan mengamankan data bulanan.
·           Bangunan : Seluruh perangkat Jembatan timbang harus ditempatkan pada bangunan yang dilengkapi dengan air condition ( AC ) dan anti petir.
·           Izin : Harus dilengkapi dengan Sertifikasi Kalibrasi dan Tera dari Badan Metrologi Deperindag RI.

1.4.       Toleransi Jembatan Timbang
            Umumnya jembatan timbang dipergunakan untuk kepentinga perdagangan baik nasional maupun Internasional. Oleh karena itu  setiap jembatan timbang wajib ditera oleh Badan Metrologi Departemen Perdagangan RI, yaitu satu kali setahun untuk memastikan kondisi timbangan tetap dalam kondisi baik, demikian juga tingkat akurasi penunjukkan hasil timbangan itu sendiri. Disamping itu pemilik jembatan timbang harus melakukan kalibrasi jembatan timbang minimal 2 (dua) kali setahun  dengan menggunakan batu standar seberat 2.000 kg yang disahkan oleh Badan Metrologi. Hal ini juga untuk memastikan tingkat akurasi penunjukkan hasil penimbangan jembatan timbang tersebut. Adapun batas–batas toleransi jembatan timbang adalah sebagai berikut :

Tabel 1Toleransi Jenis jenis timbangan
No.
Jenis Timbangan ( Weighbridge )
Toleransi
1.
Electronik VS Electronic
60 kg
2.
Electronic VS Mechanic
70 kg
3.
Mekanik Vs Mekanic
80 kg



a. WEIGHBRIDGE
           Setelah petugas keamanan mengizinkan masuk ke lokasi penimbangan kepada kendaraan Tandan Buah Segar, setelah diperiksa keabsahan dokumen atau surat pengantar yang dibawa kendaraan yang mengangkut Tandan Buah Segar tersebut maka petugas timbangan dalam hal ini adalah krani timbangan, baru boleh melakukan penimbangan atas kendaraan tersebut.
Bila kita lihat dari perlengkapan dan jenis timbangan yang ada di pabrik-pabrik Sinar Mas, maka untuk timbangan, ada dua jenis/tipe yaitu :

b. TIMBANGAN MEKANIS (KONVENSIONAL)
          Timbangan mekanis biasanya disebut dengan timbangan manual. Jenis timbangan ini jarang dipergunakan berhubung timbangan tersebut kurang cepat serta cenderung diragukan keabsahannya.
Umumnya jenis timbangan ini fungsinya sebagai cadangan apabila timbangan Elektronis mengalami Trouble diantaranya kerusakan pada sistem dan program ataupun disambar petir yang mengakibatkan timbangan Elektronis tersebut harus diapkir (tidak dapat dipakai).

c. TIMBANGAN ELEKTRONIK (DIGITAL)
         Pada Perusahaan Pabrik Sinar Mas memakai Timbangan Elektronis. Hal ini disebabkan selain cepat dan rapi juga untuk nilai keabsahannya tidak diragukan. Dan dengan memakai sistem timbangan Elektronis, sebelum proses penimbangan dilaksanakan, krani timbangan harus terlebih dahulu memperhatikan dan memeriksa kondisi unit timbangan sebagai berikut :
  1. Tiket jembatan timbang harus sesuai dengan nomor urut yang kemarin.
  2. Surat pengantar kendaraan harus dalam kondisi baik, dalam arti kata program Weighbridge berjalan sesuai sistem Aplikasi Jembatan Timbang serta dapat sinkron antara Avery dengan komputer jembatan timbang.
  3. Kondisi mesin printer baik.
  4. Uniteruptible Power Supply (UPS), hidup dan dalam kondisi baik (dapat menyimpan arus) sehingga apabila ada trouble pada arus listrik maka UPS dapat berfungsi dengan maksimal.
  5. Sebelum melakukan penimbangan pastikan Program Weighbridge telah dilakukan backup data sehingga apabila terjadi trouble pada program masih ada data pengganti sebagai cadangan.
  6. Menyiapkan diskette Approval yang nantinya akan dibutuhkan dalam proses timbang Tandan Buah Segar, serta krani timbang mengetahui kondisi diskette dalam keadaan baik (tidak error).
  7. Memastikan angka pada Avery sesuai, dan jika mengalami kecurigaan bahwa angka Avery tidak sesuai (tidak netral) maka krani timbang haruslah segera melaporkan pada KTU. Dan apabila memang terdapat selisih dari biasanya, maka KTU bersama dengan Assistent M & R akan melakukan kalibrasi/Cross Check ataupun melakukan Check Weight kembali walaupun selalu dilaksanakan pada setiap bulannya.
  8. Namun dalam hal mengantisipasi adanya penyelewengan prosedur atau yang lainnya, maka pada seluruh staff dan khususnya kepada Manager/Askep, KTU berkewajiban memberikan bimbingan kepada Petugas Satpam dan Krani Timbangan untuk menjalankan peraturan dan tata cara yang ada sesuai ketentuan Management, serta dapat menjalankan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab.

d. SISTEM PENIMBANGAN
 Pada sistem Weighbridge ada dua proses penimbangan antara lain :
          Penimbangan barang masuk adalah penimbangan barang masuk adalah dimana barang dimuat terlebih    dahulu pada saat dilakukan penimbangan pertama dan pada saat penimbangan kedua truk/traktor dalam keadaan kosong (tanpa muatan). Pada umumnya penimbangan barang masuk meliputi penimbangan terhadap angkutan yang secara rutin masuk ke pabrik misalnya angkutan Tandan Buah Segar. 
  • Prosedur penimbangannya dan administrasi secara umum : Truk angkutan Tandan Buah Segar harus membawa Surat Pengantar (SP) yang mencakup data :Nomor Surat Pengantar, Jumlah janjang kosong, Asal Kebun  , Berat dikirim, Tahun tanam, Nama Supir, Block/Divisi, Nomor Kendaraan.
  • Sebelum memasuki jembatan timbangan pengemudi harus melaporkan Surat Pengantar-nya kepada Satpam agar dapat dicatat pada buku register penerimaan Tandan Buah Segar.
  • Truk pengangkutan Tandan Buah Segar dapat melakukan penimbangan pertama yang diawasi oleh Satpam dengan ketentuan : Pengemudi harus turun dari truk, posisi truk harus di tengah Plate Form, mesin truk harus dimatikan. Truk pengangkutan Tandan Buah Segar dapat membongkar muatannya di Loading Ramp (tempat penimbunan Tandan Buah Segar) kemudian melakukan penimbangan kedua sama seperti penimbangan pertama.
  • Dari hasil penimbangan kedua operator timbangan mengeluarkan kartu timbang dan diserahkan pada pengemudi 1 (satu) rangkap yang dilengkapi dengan copy surat pengantar (SP). Kartu Timbang didistribusikan kepada : Lembar pertama kepada pihak pengangkut, Lembar kedua kepada pihak pemasok Tandan Buah Segar, Lembar ketiga untuk file timbangan, Lembar keempat untuk file krani produksi. Selesai penimbangan kedua pengemudi kembali melaporkan hasil penimbangannya kepada Satpam untuk mencatat Tonnase dari hasil penimbangan ke dalam buku register penerimaan Tandan Buah Segar.

Penimbangan barang keluar secara rutinitas penimbangan barang keluar meliputi : Pengiriman Crude Palm Oil (Minyak Sawit), Pengiriman Kernel (Inti Sawit), Pengiriman Janjangan Kosong.
Prosedur penimbangan dan administrasinya :
  • Sebelum dilakukan penimbangan pengemudi harus melaporkan Delivery Order (DO) jual yang masih berlaku serta SIM/KTP pengemudi.
  • Selanjutnya Satpam membuat surat izin masuk pabrik untuk diteruskan ke Krani Produksi.
  • Setelah surat izin masuk disetujui truk dapat melakukan penimbangan pertama dengan ketentuan :
  • Kondisi dalam bak/tangki truk harus bersih (tidak ada barang tambahan).
  • Pengemudi harus turun dari kendaraan.
  • Posisi truk harus benar-benar di tengah Plate Form.
  • Mesin kendaraan harus dalam keadaan mati.
  • Setelah selesai melakukan pengisian muatan, dilakukan penimbangan kedua.
  • Pastikan truk diparkir di lokasi pagar pabrik untuk dilakukan pemasangan segel/gembok oleh krani produksi atau operator, pemasangan yang diawasi oleh Manager atau personalia.
  • Sebagai sumber data pembuatan SPB (Surat Pengantar Barang), hasil analisa laboratorium mengenal quality Crude Palm Oil atau inti sawit diserahkan kepada operator Weighbridge.
  • Data dari hasil penimbangan di check kembali oleh krani produksi dan diserahkan kepada supir beserta surat izin keluar pabrik yang telah distempel dan ditandatangani oleh Manager atau Personalia.
  • Sebelum keluar dari pabrik, pengemudi harus melaporkan kembali data hasil penimbangan kepada satpam untuk memberikan informasi jumlah tonase yang dibawa.
  • Distribusi kartu timbang pengiriman Crude Palm Oil/inti sawit adalah sebagai berikut : Lembar pertama kepada pihak pembeli atau bulking, Lembar kedua kepada pihak transport, Lembar ketiga untuk file timbangan. Lembar keempat untuk krani produksi.